Para pemikir kreatif dari seluruh penjuru dunia telah berkumpul di PEACH (Royal Cliff Hotels Group), Pattaya, untuk menghadiri ADFEST 2026. Mulai dari tanggal 19 hingga 21 Maret, sebanyak 770 delegasi yang mewakili 56 kota tengah menjelajahi garda terdepan industri kreatif di bawah tema yang sangat relevan dan kuat: “Human+”.
Di era yang didominasi oleh otomatisasi, ADFEST 2026 menyusun ulang arah diskusi. Ini bukan tentang teknologi yang menggantikan peran kita—melainkan tentang bagaimana kreativitas, empati, dan budaya memperkuat (amplify) kekuatan teknologi untuk memperluas potensi manusia.
Sekilas Sorotan Acara ADFEST 2026
- 61 Speaker Sessions: Wawasan dari para pemimpin industri global.
- 7 Interactive Workshops: Pembahasan mendalam mengenai LinkedIn, Gaming, dan Creative Taste.
- Production Hub: Pameran dari 9 spesialis produksi yang mencakup music, VFX, dan tech.
- Lotus Awards: Merayakan karya-karya terbaik di kelasnya untuk kreativitas regional.
3 Poin Utama dari Main Stage
Program tahun ini sangat fokus pada cara menavigasi ekosistem “Human+”. Berikut adalah tema-tema inti yang muncul dari sesi diskusi:
1. Cultural Intelligence adalah “Prompt Engineering” yang Baru Meskipun AI dapat menghasilkan konten, para pembicara dari CONNECT THE DOTS dan Mindscapes menekankan bahwa “Cultural Intelligence” serta kemampuan untuk memberi perintah pada pikiran kita sendiri (prompting our own minds) adalah kunci utama di balik kesuksesan produksi global.
2. Emotional Intelligence sebagai KPI Dalam sesi “Feeling Is the New KPI,” para pakar dari Crisp Group dan Benetone Films menunjukkan bagaimana AI digunakan untuk mempercepat kampanye Toyota Advantage—bukan dengan mengambil alih kendali, melainkan dengan mendukung nuansa emosional dan keterampilan (craft) yang dipandu oleh manusia.
3. Data-Driven Imagination DAIVID dan CreativeX mendemonstrasikan bahwa data kreatif (creative data) tidak harus terasa kaku. Sebaliknya, ekosistem yang bersifat “human-centric” dapat menggunakan data untuk meningkatkan empati dan keahlian teknis (craftsmanship), yang berujung pada dampak komersial yang terukur.
Leveling Up: Hands-on Workshops
ADFEST bukan hanya soal mendengarkan, tapi juga tentang praktik langsung. Workshop tahun ini menyediakan perangkat praktis bagi kreator modern:
- Social Selling: Sesi “LinkedIn for Creatives” dari Sarah Clay mengajarkan delegasi cara meningkatkan professional personal brands mereka.
- The Gaming Frontier: Rey Tiempo memimpin sesi penjurian langsung untuk The In-Game Ads Awards, mengeksplorasi potensi masif dari Gaming x Marketing.
- Creative Excellence: Donal Keenan dari D&AD membagikan riset terbaru mengenai “Conditions for Creativity,” yang memberikan panduan (roadmap) untuk menghasilkan karya kelas dunia.
Production Hub: Titik Temu Tech dan Craft
ADFEST Production Hub tetap menjadi jantung festival yang dinamis. Tahun ini, sembilan spesialis—termasuk Black Cat White Cat Music, Bullet Production, Chubcheevit Studio Bangkok, DLP, Geek Pictures, Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII), Number 24 x Shutterstock, Primary Color Music, dan Whitecoat—membuktikan bahwa meskipun alat terus berkembang, kolaborasi manusia tetap menjadi mesin penggerak di balik karya-karya pemenang penghargaan.
Sponsor ADFEST 2026
ADFEST 2026 terlaksana berkat dukungan dari London International Awards (LIA), shots, dan Boonrawd Group (Singha), bersama para mitra seperti Google, GEEK PICTURES Inc., Primary Color Music, Chubcheevit Studio, Black Cat White Cat Music, Number 24 x shutterstock, Japan Advertising Federation, Frontier International Group, AI-Deate, Young Director Award, dan LA Shorts International Film Festival.